Susu Kotak Coklat

9 Desember 2010


Lala terduduk. Terdiam dalam kereta yang membawanya pergi. Ya, dia akan kembali ke kampungnya, kampung yang sudah lebih dari 2 tahun dia tinggalkan. Lala harus meninggalkan kota ini. Kota yang sangat banyak memberikan kenangan indahnya bersama Rama, lelaki yang sangat dicintainya.

Di luar, hujan turun dengan sangat deras. Berulang, Lala menangkupkan kedua telapak tangannya karena dinginnya AC kereta. Sambil menyeruput sekotak susu coklat kesukaannya, lagi-lagi pikiran Lala menari-nari, bercengkerama dengan masa lalu..
Sesekali Lala menyeka air matanya. Lala begitu kehilangan Rama, seseorang yang selalu mengisi hari-harinya di sini. Begitu banyak hal, hingga sangat menyakitkan bagi Lala untuk mengingatnya kembali. Ini, tissue ke-7. Air mata Lala belum juga berhenti.
Lala ingat, setiap tatapan mata Rama padanya. Senyum manis Rama setiap memberikan susu kotak coklat untuknya. Gurauan Rama yang selalu bisa membuatnya tertawa. Sapaan-sapaan sayang Rama yang membuatnya yakin memang Rama lah laki-laki yang dia cari. Pelukan Rama yang selalu bisa menenangkannya. Pertengkaran-pertengkaran kecil diantara mereka yang semakin mendekatkan keduanya..
Ya, lagi-lagi Lala terisak. Dia sangat kehilangan Rama nya..

Kereta melaju kencang. Menembus dingin malam dan derasnya hujan. Lala masih membisu. Dia belum bisa menerima kenyataan bahwa Rama telah pergi. Meninggalkan Lala dengan sejuta kenangan..
Rama dijodohkan oleh orang tuanya dengan wanita lain. Dan Rama tidak bisa menghindari itu. Pun tidak bisa mempertahankan Lala di depan orang tuanya. Rama hanya bisa pasrah dan tidak mau membuat orang tuanya terluka. Namun ternyata ini sangat menyakitkan bagi Lala yang tidak mau kehilangan Rama..

Malam makin larut. Kereta semakin membawa Lala pergi dari kota yang sudah tidak ingin dia tinggali ini lagi. Susu kotak coklat Lala tinggal satu tegukan. Ini adalah susu terakhir yang Rama berikan pada Lala. Lala tidak ingin menghabiskan sisa susu kotak coklatnya. Mata Lala menerawang, dia masih berharap ada keajaiban yang membawa Rama kembali padanya. Membawa sekotak susu coklat untuknya, setiap hari, sepanjang hidupnya..

Dec 9, 2010
12.16 PM



BAPAK

4 Desember 2010


Sudah ratusan kali aku melihat Mama -panggilan untuk wanita yang melahirkanku, menangis karena mengingat Bapak. Ya, Bapak adalah sesosok lelaki tegap, tampan, dan sangat bersahaja. Sikapnya yang tegas, membuat kami anak-anaknya tunduk dan hormat pada Bapak. Bapak tidak gila hormat, tapi beliau begitu berwibawa sehingga kami jadi segan. Bapak juga tidak membuat jarak pada kami, dan kami tidak sungkan untuk menggelayut di dadanya. Pun hingga kami, tiga dara-nya beranjak dewasa..

Bapak terlahir dari keluarga sederhana. Tidak kaya, tetapi juga tidak miskin. Bapak sering bercerita, beliau mendapat tugas dari Simbah untuk mencari rumput di lapangan sebagai makanan kuda. Simbah memiliki beberapa kuda kala itu. Tidak hanya mencari rumput, Bapak juga bertugas menjaga adik-adiknya yang masih kecil. Bapak adalah putra pertama dari 6 bersaudara. Mungkin dari sini lah, muncul sifat Bapak yang dewasa, melindungi dan bertanggungjawab.

Menginjak dewasa, Bapak kuliah di Kota Pelajar. Bapak bercerita, untuk menambah uang saku, Bapak menjadi guide bagi para turis yang berwisata ke Kota Keraton itu. Kata Bapak, hasilnya cukup lumayan, karena Bapak dibayar dengan mata uang asing. Sikap Bapak yang ramah menjadi senjata yang cukup ampuh untuk menjalin komunikasi yang baik dengan para wisatawan. Tak jarang, hubungan itu tidak selesai di situ saja. Bapak masih berkawan dengan mereka yang sudah kembali ke negaranya masing-masing. Dan Bapak masih menyimpan surat-surat dari mereka. 

Aku ingat, dulu ketika masih SD, Bapak membacakan surat dari teman-temannya yang berbahasa Inggris dan diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Kadang, Bapak tertawa terbahak-bahak bila mengingat kejadian yang lucu bersama kawan-kawan asingnya itu. Dan kadang, Bapak juga tertunduk sedih mengingat mereka, kawan yang sudah lama tidak dijumpai, terpisah oleh jarak dan waktu..

Sore itu..aku melihat Mama, dengan tatapan kosong menatap ke depan. Ya, aku tahu, Mama sedang mengenang Bapak. Bapak memang tidak bisa begitu saja dilupakan. Bahkan kalo boleh bilang, belum ada sosok lelaki yang bisa menggantikan posisi Bapak di hatiku. Pun dihati Mama dan kakak adikku. Beliau tidak banyak bicara, tapi selalu bertindak dengan tepat dan tidak pernah mengecewakan kami. Tidak ada janji-janji palsu, yang ada pembuktian diri bahwa Bapak bisa membahagiakan kami semua.  

Cinta Mama kepada Bapak begitu besar. Bahkan untuk mengukur luas, dalam, tinggi nya pun aku tidak bisa. Bulan ini, menjelang tahun ke-9 Bapak meninggalkan kami untuk selama-lamanya, tidak terbersit sedikit pun di pikiran Mama untuk mencari pengganti Bapak. Yang ada adalah bagaimana Mama bisa mewujudkan mimpi mereka berdua, seorang diri..


Dedicated to Bapak, lelaki terhebat dalam hidupku..

http://groups.yahoo.com/group/lingkungan/message/12115

My Girl

24 Mei 2010

Cannot explained how happy I am became a mother..
She's so white, small and beautiful.
She's really turn my world.
Welcome to the our extraordinary life, baby..





Baby Dont You Break My Heart Slow

24 Juni 2009

by : Vonda Shepard

I like the way you wanted me
Every night for so long baby
I like the way you needed me
Every time things got rocky

I was believing in you
Am I mistaken do you say,
Do you say what you mean
I want our love to last forever

But I'd rather you be mean than love and lie
I'd rather hear the truth and have to say goodbye
I'd rather take a blow at least then I would know
But baby don't you break my heart slow

I like the way you'd hold me
Every night for so long baby
And I like the way you'd say my name
In the middle of the night
While you were sleeping

I was believing in you
Was I mistaken
Do you mean, mean what you say
When you say our love could last forever

Well I'd rather you be mean than love and lie
I'd rather hear the truth and have to say goodbye
I'd rather take a blow at least then I would know
But baby don't you break my heart slow

[Bridge:]
You would run around and lead me on forever
While I wait at home thinking that we're together
I wanted our love to last forever

Well I'd rather you be mean than love and lie
I'd rather hear the truth and have to say goodbye
I'd rather take a blow at least then I would know
But baby don't you break my heart slow

Percobaan Bunuh Diri,,

17 Juni 2009

Ga jelas dia siapa, orang mana, tujuannya apa,,naik ke Tower Telkomsel setinggi hampir 100 m.
Membuat kami (buruh, warga, polisi, ambulance, dkk) berbondong-bondong melihat dia. Kelakuan luar biasa atau kelakuan bodohnya? Entah..
Yang jelas, dia sedang labil, tak mampu mengontrol emosi, hingga melakukan sikap ekstrim seperti itu.
Sampe detik ini, 14:42, dia belum berhasil diturunkan oleh tim SAR, namun belum berhasil menerjunkan diri pula,,
Mungkin, dia belum menemukan apa yang dia cari,,,

Sragen, 17 Juni 2009, 14:44

Tetap tertawa,,

16 Juni 2009

Anak-anak ni emang asik, heboh, gampang begaul, narsis dan pinter2 pula. Rasa ingin taunya begitu besar. Sampe kadang gelagepan jawabnya. Tapi tetep terkendali kok ^_^
Aku inget banget, akhir Januari 2009 anak-anak ini sms, ga bisa masuk Kerja Praktek hari ini, coz kabenjiran. Duh malangnya, padahal baru seminggu di Solo, e kebagian banjir juga. Nyampe sepinggang airnya.
Antara iba, kasian, lucu, campur jadi satu.. "Mbak, kita kebanjiran. Ga bisa kemana-mana". Hihihi
Tapi itu semua ga menyurutkan semangat mereka untuk ngejalani KP.
Two thumbs for u guys..

Bakar Ikan

15 Juni 2009





Akhirnya,rencana ini kaleksanan juga. Minggu cerah ceria, 17 Mei 2009, kita bakar-bakar ikan di rumah Mas Ardhy -temen sekantor yang juga tetangga satu kompleks. Sebelumnya diagendakan di rumahku, tapi, berhubung ane kagak punya peralatannya, so dioper ke Mas Ardhy deh..

Sebenernya si cuma bakar ikan aja, ditemani lalap-lalapan dan sambel, tapi rasane manteb tenan. Yah, secara si empunya rumah emang orang laut dan biasa mengolah ikan. Acara ini sekaligus didompleng sebagai syukuran atas kelairan sang buah hati tercinta.

Mbak Iim,,,maap ya Mbak, membuat rumahmu kayak kapal pecah. Qiqiqikkk,,,